CRIMINAL LAW PROTECTION OF INDONESIAN MIGRANT WORKERS AGAINST HUMAN TRAFFICKING: A NORMATIVE ANALYSIS
DOI:
https://doi.org/10.20414/ijhi.v25i1.1249Keywords:
Criminal Law Protection, Indonesian Migrant Workers, Human Trafficking, Restitution, Maqasid al-ShariahAbstract
Human trafficking remains a serious threat to Indonesian migrant workers, and Indonesia stayed in Tier 2 of the US Trafficking in Persons Report throughout 2015–2024. This article examines how criminal law protects Indonesian migrant workers against trafficking and where that protection falls short. It asks (1) how national legislation protects migrant workers from prevention before and during work through to the criminal justice process, and (2) what gaps separate the norms from their implementation and how those gaps can be closed, including in light of maqasid al-shariah. Using normative legal research with statute and conceptual approaches, the study analyzes the Anti-Trafficking Law (Law No. 21 of 2007), the Migrant Worker Law (Law No. 18 of 2017), the witness and victim protection legislation, and the National Criminal Code (Law No. 1 of 2023, in force since 2 January 2026), and compares these norms with implementation data reported by the U.S. Department of State and Indonesian sources. The findings show that the normative framework is largely adequate: it defines the offense, extends liability to corporations and organized groups, and recognizes victims’ rights to restitution, compensation and rehabilitation. The main weaknesses lie in implementation: complaints showing trafficking indicators are rarely referred to law enforcement, oversight of recruitment is weak, restitution is seldom pursued, and data are fragmented. Maqasid al-shariah, through the protection of religion, life, intellect, family and property, supports treating these gaps as failures to protect basic human interests. The article closes with recommendations on referral, recruitment oversight, restitution, data integration and legal harmonization.
References
Abdussalam, H. R. (2010). Viktimologi. PTIK.
Al-Bukhari, M. I. (1422 H). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (M. Z. al-Nāṣir, Ed.). Dār Ṭawq al-Najāh.
Al-Ghazali, A. H. M. (1993). Al-Mustaṣfā min ʿilm al-uṣūl (M. ʿA. ʿA. al-Shāfī, Ed.). Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.
Amiruddin, & Asikin, H. Z. (2004). Pengantar metode penelitian hukum. Rajawali Pers.
Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
‘Awdah, A. Q. (n.d.). Al-Tasyrī‘ al-jinā’ī al-Islāmī muqāranan bi al-qānūn al-waḍ‘ī. Dār al-Kitāb al-‘Arabī.
Badan Pusat Statistik. (2014). Kajian indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
Basah, S. (1992). Perlindungan hukum atas sikap tindak administratif negara (Cetakan I). Alumni.
Farhana. (2010). Aspek hukum perdagangan orang di Indonesia. Sinar Grafika.
Hidayati, M. N. (2012). Upaya pemberantasan dan pencegahan perdagangan orang melalui hukum internasional dan hukum positif di Indonesia. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 1(3).
Hukumonline. (2024). Menelusuri data permohonan restitusi korban tindak pidana yang disetujui hakim. https://www.hukumonline.com/stories/article/lt659a4710d6e02/menelusuri-data-permohonan-restitusi-korban-tindak-pidana-yang-disetujui-hakim
Kompas.com. (2023, September 11). Satgas TPPO tangkap 998 tersangka periode 5 Juni–10 September 2023. https://nasional.kompas.com/read/2023/09/11/16014421/satgas-tppo-tangkap-998-tersangka-periode-5-juni-10-september-2023
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi dan Kompensasi kepada Korban Tindak Pidana.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2026, January 25). Transisi hukum pidana baru. MariNews. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/transisi-hukum-pidana-baru-0Ng
Mansur, D. M. A., & Gultom, E. (2007). Urgensi perlindungan korban kejahatan antara norma dan realita (Ed. 1). Raja Grafindo Persada.
Mintarsih, F. M. (n.d.). Upaya perlindungan korban terhadap perdagangan perempuan di Indonesia. Jurnal Mimbar Ilmiah Hukum Universitas Islam Indonesia.
Mulhadi. (2006). Relevansi teori sociological jurisprudence dalam upaya pembaharuan hukum di Indonesia [Program Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara]. http://library.usu.ac.id/download/fh/06002655.pdf
Mulyadi, L. (n.d.). Teori hukum pembangunan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://badilum.mahkamahagung.go.id/upload_file/img/article/doc/kajian_deskriptif_analitis_teori_hukum_pembangunan.pdf
Munthe, R. (2015). Perdagangan orang (trafficking) sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(2). https://doi.org/10.24114/jupiis.v7i2.3126
Organisasi Perburuhan Internasional. (2016). Panduan pekerja migran: Buku saku. ILO.
Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. PT Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2014). Ilmu hukum (Cet. ke-12). PT Citra Aditya Bakti.
Rasjidi, L., & Putra, I. B. W. (1993). Hukum sebagai suatu sistem. Remaja Rusdakarya.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (1946). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana [Kitab Undang-Undang Hukum Pidana].
Republik Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
Republik Indonesia. (1984). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Republik Indonesia. (2002a). Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak.
Republik Indonesia. (2002b). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Republik Indonesia. (2008). Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2009 tentang Pengesahan Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children, Supplementing the United Nations Convention against Transnational Organized Crime.
Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pengesahan Protocol against the Smuggling of Migrants by Land, Sea and Air, Supplementing the United Nations Convention against Transnational Organized Crime.
Republik Indonesia. (2009c). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pengesahan United Nations Convention against Transnational Organized Crime.
Republik Indonesia. (2014a). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Republik Indonesia. (2014b). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Republik Indonesia. (2017a). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengesahan ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children.
Republik Indonesia. (2017b). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan kepada Saksi dan Korban.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2008 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana.
Republik Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Rochmah, S., & Simangunsong, F. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(1). https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.177
Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2026, January 5). KUHP dan KUHAP baru resmi berlaku, penegakan hukum di Indonesia masuki era baru. https://www.setneg.go.id/baca/index/kuhp_dan_kuhap_baru_resmi_berlaku_penegakan_hukum_di_indonesia_masuki_era_baru
Siku, A. S. (2016). Perlindungan hak asasi saksi dan korban dalam proses peradilan pidana. Indonesia Prime.
Soeroso. (2006). Pengantar ilmu hukum. Sinar Grafika.
United Nations. (1985). Declaration of basic principles of justice for victims of crime and abuse of power (General Assembly Resolution 40/34).
United Nations. (2000a). Protocol to prevent, suppress and punish trafficking in persons, especially women and children, supplementing the United Nations Convention against Transnational Organized Crime (General Assembly Resolution 55/25, Annex II).
United Nations. (2000b). United Nations Convention against Transnational Organized Crime (General Assembly Resolution 55/25, Annex I).
United Nations Office on Drugs and Crime. (n.d.). Fourteenth United Nations Congress on Crime Prevention and Criminal Justice. https://www.unodc.org/unodc/en/crimecongress/previous/14th_Kyoto_Congress
United Nations Office on Drugs and Crime. (2021). Kyoto Declaration on advancing crime prevention, criminal justice and the rule of law: Towards the achievement of the 2030 Agenda for Sustainable Development. https://www.unodc.org/documents/commissions/Congress/21-02815_Kyoto_Declaration_ebook_rev_cover.pdf
U.S. Department of State. (2023). 2023 Trafficking in persons report. https://www.state.gov/reports/2023-trafficking-in-persons-report/
U.S. Department of State. (2024). 2024 Trafficking in persons report: Indonesia. https://www.state.gov/reports/2024-trafficking-in-persons-report/indonesia/
Yudhistira, Y. P. (2025, October 18). Menggali penerapan restitusi pasca PERMA 1/2022. Dandapala. https://dandapala.com/article/detail/menggali-penerapan-restitusi-pasca-perma-12022
Yulia, R. (2010). Viktimologi: Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan. Graha Ilmu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Taufan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


